news1

Bali, 4 November 2018 – Mandiri Sekuritas kini memperkuat posisi sebagai satu-satunya perusahaan efek Indonesia yang menjadi bagian penting dari industri pasar modal internasional. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya Perusahaan untuk mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui berbagai inovasi pendanaan. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, Mandiri Sekuritas melalui anak perusahaan Mandiri Securities di Singapura sukses menembus posisi dua besar Bloomberg Global Bonds League Table dengan menguasai pangsa pasar 11,7%. Hingga September 2018, Mandiri Securities telah menyelesaikan 7 penerbitan global bond dengan porsi penerbitan sebesar Rp20 triliun. Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir mengatakan, “Kami melihat bahwa Mandiri Sekuritas dapat memberikan solusi terlengkap dan inovatif kepada Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun perusahaan-perusahaan swasta di Indonesia melalui akses pendanaan hingga ke pasar internasional. Dengan berorientasi pada sustainability, kami optimis kehadiran Mandiri Securities di Singapura akan menjadi katalis baru bagi pertumbuhan bisnis Mandiri Sekuritas di masa mendatang.” Hingga kuartal III-2018, Mandiri Sekuritas mencatatkan pertumbuhan bisnis 36% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Silvano menjelaskan, pertumbuhan tersebut didorong oleh inovasi layanan investment banking, peningkatan volume transaksi equity brokerage baik nasabah institusi maupun retail, serta ekspansi regional Mandiri Securities. Dari bisnis investment banking, Perusahaan mampu melaksanakan total 30 mandat untuk obligasi dengan porsi senilai Rp13 triliun, serta menguasai 15% pangsa pasar. Perusahaan juga berhasil merampungkan 5 mandat penjaminan emisi saham dengan nilai penjaminan sebesar Rp2 triliun, atau mewakili 7% pangsa pasar dari seluruh nilai penjaminan yang ada. Dengan inisiatif-inisiatif yang dilakukan, Mandiri Sekuritas berhasil menjaga posisi sebagai broker lokal terbaik dengan pangsa pasar 5,1% di Bursa Efek Indonesia setelah mencatatkan nilai total transaksi saham sebesar Rp156 triliun hingga September 2018. Perusahaan membukukan rata-rata transaksi harian sebesar Rp881 miliar dengan komposisi 60% transaksi yang dilakukan oleh klien institusi dan 40% kontribusi dari nasabah retail.

Inovasi Pendanaan untuk Akselerasi Pembangunan

Silvano mengatakan, kondisi pasar modal yang sangat dinamis serta persaingan di industri yang semakin ketat membuka peluang bagi Mandiri Sekuritas untuk dapat melakukan berbagai upaya strategis agar mampu menjaga kinerja bisnisnya dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Dengan kondisi yang demikian menantang, Mandiri Sekuritas berupaya untuk merumuskan berbagai strategi inovatif yang diharapkan mampu menopang pertumbuhan bisnis Perusahaan. Pada tahun 2018, Mandiri Sekuritas kembali menghadirkan inovasi alternatif pendanaan guna mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur nasional. Mandiri Sekuritas bersama-sama dengan Mandiri Manajemen Investasi (MMI) memperkenalkan Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA). Selain itu, Mandiri Sekuritas dan MMI juga berinovasi menghadirkan instrumen Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) bersifat ekuitas untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Sebelumnya, Mandiri Sekuritas telah memperkenalkan 3 inovasi pendanaan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ketiga instrumen tersebut adalah sekuritisasi aset, obligasi berbasis proyek (project bond), serta 2 penerbitan global IDR bonds atau yang dikenal dengan Komodo Bonds. Perusahaan di bidang infrastruktur dapat memanfaatkan instrumen-instrumen ini sebagai alternatif sumber pendanaan yang efektif dengan risiko yang terukur. “Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat menjadi core business tambahan Mandiri Sekuritas, serta mampu memberikan kontribusi yang positif bagi kinerja Perusahaan. Secara khusus, inovasi yang dihadirkan semakin memperkuat posisi Mandiri Group sebagai institusi finansial terbesar sekaligus pionir dalam menghadirkan solusi pendanaan terlengkap di Indonesia,” kata Silvano.

Share to