GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)

Unsur-unsur GCG dan Hasil Penilaian Corporate Governance Perception Index (CGPI)

Landasan pelaksanaan penilaian GCG di Perusahaan mengacu pada pernyataan tersirat dari Anggaran Dasar Perusahaan, dan sesuai dengan Pedoman Penilaian Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi pada Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 15/SEOJK.03/2015. Pelaksanaan GCG di Mandiri Sekuritas berlandaskan 5 (lima) prinsip dasar, yakni:

  • Transparansi (transparency) yaitu keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan;
  • Akuntabilitas (accountability) yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif ;
  • Pertanggungjawaban (responsibility) yaitu kesesuaian pengelolaan perusahaan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip pengelolaan perusahaan yang sehat;
  • Independensi (independency) yaitu pengelolaan perusahaan secara profesional tanpa pengaruh/ tekanan dari pihak manapun; dan
  • Kewajaran (fairness) yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya dalam rangka memastikan penerapan 5 (lima) prinsip dasar GCG sebagaimana tersebut di atas, Mandiri Sekuritas sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 15/SEOJK.03/2015 dan pedoman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Entitas Utama melakukan penilaian sendiri (self assessment) secara berkala, meliputi 9 (sembilan) faktor penilaian pelaksanaan GCG, yaitu:

  1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris;
  2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi;
  3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas Komite Tata Kelola Terintegrasi;
  4. Penerapan Satuan Kerja Kepatuhan;
  5. Penerapan Satuan Kerja Audit Intern;
  6. Penerapan Manajemen Risiko;
  7. Pedoman Tata Kelola;
  8. Penanganan benturan kepentingan;
  9. Kelengkapan dan pelaksanaan kebijakan Remunerasi.

Perangkat pedoman dan kebijakan GCG di Mandiri Sekuritas senantiasa dilengkapi dan ditinjau efektifitasnya dalam menunjang penerapan GCG secara optimal. Hingga akhir tahun 2016, Mandiri Sekuritas telah memiliki perangkat-perangkat GCG sebagai berikut:

  1. Pedoman Etika & Perilaku
  2. Pedoman Kerja Dewan Komisaris & Direksi (Board Manual)
  3. Sistem Pengendalian Internal
  4. Manajemen Risiko
  5. Anggaran Dasar
  6. Sistem pelaporan pelanggaran,
  7. Kebijakan Strategi anti Fraud,
  8. Restricted List saham yang dapat ditransaksikan oleh karyawan Mandiri Sekuritas,
  9. Surat Pernyataan Kode Etik Account Offiicer/ Sales,
  10. Annual Disclosure bagi Seluruh Karyawan,
  11. Kebijakan Penerimaan Hadiah,
  12. Kebijakan Transparansi Produk.

HASIL CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX PT MANDIRI SEKURITAS

“PT. Mandiri Sekuritas sudah dua kali mengikuti Corporate Governance Perception Index (CGPI), sebuah program riset dan pemeringkatan penerapan GCG yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute For Corporate Governance (IICG).

PT Mandiri Sekuritas berhasil memperoleh predikat “Terpercaya” untuk penilaian CGPI pada tahun 2015 dan 2016.

CGPI 2015, dengan Tema “GCG dalam Perspektif Keberlanjutan”

CGPI 2014, dengan Tema "GCG dalam Perspektif Penciptaan Nilai"

Proses Pelaksanaan Assessment GCG Tahun 2016

Pengukuran keberhasilan kinerja Direksi merupakan hasil kerja kolegial diseluruh anggota Direksi yang tercermin dalam satu kesatuan pada pencapaian/ realisasi atas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Selain itu, keberhasilan kinerja Direksi dapat diukur melalui hasil penilaian GCG. Pihak yang melakukan penilaian terhadap implementasi GCG tahun 2016 adalah induk perusahaan (PT Bank Mandiri, Tbk (Persero).

Hasil penilaian implementasi GCG Perusahaan pada tahun 2016 adalah sebagai berikut :

Struktur GCG
  • Mandiri Sekuritas telah memiliki beberapa struktur sesuai dengan best practice GCG dan pedoman dari Bank Mandiri (Pedoman Tata Kelulo Terintegrasi dari Bank Mandiri maupun Mandiri Subsidiary Management Principles Guideline), meskipun belum terdapat ketentuan umum dan ketentuan khusus dari Otoritas maupun Self Regulatory Organization (SRO) kepada Perusahaan Efek terkait GCG.
  • Pedoman tata kelola perusahaan telah mendapatkan persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris.
Proses GCG
  • Pengawasan oleh Dewan Komisaris dan Direksi melalui pelaksanaan pengawasan oleh Komite-Komite yang dibawahi Dewan Komisaris dan Direksi telah konsisten dilaksanakan sesuai dengan Best Practice GCG, meskipun terdapat ketentuan umum dan ketentuan khusus dari Otoritas maupun SRO kepada Perusahaan Efek terkait GCG.
  • Beberapa pelaksanaan kebijakan yang disahkan pada tahun 2016, terutama pelaksanaan yang bersifat pencegahan terhadap benturan kepentingan seperti Pengiriman Kuesioner kepada Vendor, serta survey mengenai penerapan culture.
Hasil GCG
  • Mandiri Sekuritas telah mengikuti penilaian CGPI 2015 oleh IICG dengan hasil "Terpercaya" dan memperoleh penghargaan "Sustainable Finance Award" dari OJK.
  • Hingga Desember 2016, Mandiri Sekuritas menempati 10 besar dalam peringkat perdagangan saham, Obligasi dan SUN dan menjadi satu-satunya Perantara Perdagangan Efek lokal dalam Market League dimaksud.

TINDAK LANJUT HASIL ASESMEN GCG 2015

Mandiri Sekuritas berusaha mempertahankan bahkan meningkatkan predikat hasil asesmen tahun sebelumnya.

Struktur Organisasi Mansek
Komposisi Pemegang Saham

Sesuai dengan Anggaran Dasar PT Mandiri Sekuritas pasal 4 maka Struktur Pemegang Saham Mandiri Sekuritas adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang memiliki 638.499.999 lembar saham atau senilai Rp638.499.999.000 (99,99%) dan Koperasi Karyawan Bank Mandiri yang memiliki 1 lembar saham atau Rp1.000 (0,01%).

Dari komposisi pemegang saham tersebut, maka seluruh Direksi dan Dewan Komisaris tidak memiliki saham di Mandiri Sekuritas.

Hingga akhir tahun 2015, selain Yayasan Karyawan Bank Mandiri, tidak terdapat pemegang saham publik yang kurang dari 5% dari total saham.

Core Values (IPTEC), Code of Conduct & Our Voice (Whistle Blowing System)

Nilai-nilai pokok merupakan nilai penting yang menjadi pedoman bagi pegawai dalam bersikap dan berperilaku, baik dalam berhubungan dengan konsumen, sesama Pekerja serta pihak eksternal lainnya.

Program Internalisasi Budaya Kerja Mandiri Sekuritas adalah program-program yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pokok Budaya Kerja kepada seluruh insan Mandiri Sekuritas melalui kegiatan- kegiatan yang mendukung peningkatan kinerja perusahaan.

  • Prinsip Kewajaran diterapkan dengan cara memberikan rasa keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan peraturan dan perundang- undangan yang berlaku.

ISI KODE ETIK

Kode etik Mandiri Sekuritas merupakan satu himpunan komitmen yang terdiri dari etika bisnis perusahaan dan etika kerja karyawan yang disusun untuk membentuk, mengatur, dan melakukan kesesuaian tingkah laku guna mencapai hasil yang sesuai dengan budaya perusahaan. Etika bisnis perusahaan dan etika perilaku Karyawan merupakan sekumpulan norma, nilai, serta tindak perbuatan yang diyakini oleh jajaran perusahaan sebagai suatu standar perilaku yang ideal bagi Perusahaan.

Selanjutnya, dengan menerapkan Kode Etik Perusahaan ini Mandiri Sekuritas yakin mendapatkan manfaat dalam jangka panjang, yaitu berupa:

  1. Karyawan menikmati lingkungan kerja yang jujur, beretika dan terbuka sehingga meningkatkan produktivitas, dan kesejahteraan karyawan secara menyeluruh.
  2. Perusahaan akan menikmati reputasi yang baik, perlindungan atas tuntutan hukum yang mungkin terjadi dan pada akhirnya terwujud kemakmuran dan keberhasilan usaha yang berkelanjutan.
  3. Masyarakat secara umum akan menikmati hubungan yang baik dengan Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kode Etik Perusahaan menjabarkan Perilaku Perusahaan dan Perilaku Individu sebagai berikut:

  1. Integrity – Jujur dan dapat dipercaya serta berkomitment dan bertanggung jawab;
  2. Profesionalism – berdedikasi tinggi, bekerja dengan hati, serta memberikan kontribusi terbaik;
  3. Teamwork – Mendahulukan kepentingan dan tujuan Perusahaan;
  4. Excellence – Bersikap terbuka, kreatif dan inovatif, serta melakukan penyempurnaan yang berkesinambungan;
  5. Client Focus – Proaktif dan responsif serta berorientasi pada solusi bernilai tambah.

PEMBERLAKUAN KODE ETIK BAGI DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, DAN SELURUH KARYAWAN

Mandiri Sekuritas berusaha untuk mencapai keberhasilan usaha secara berkelanjutan yang dibangun berdasarkan budaya Perusahaan dan karakter sumber daya manusia yang sesuai dengan prinsip GCG dan semangat Kode Etik Mandiri Sekuritas.

Tujuan dikembangkannya Kode Etik Perusahaan ini adalah untuk diberlakukan kepada seluruh komponen Perusahaan:

  1. Mengembangkan perilaku yang baik sesuai dengan standar etika yang tinggi bagi korporasi, Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan.
  2. Mengembangkan hubungan yang baik dengan pihak eksternal berlandaskan prinsip GCG dan semangat Kode Etik Perusahaan ini.

Kode Etik Perusahaan wajib dilaksanakan secara konsisten oleh Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan sebagai budaya kerja dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Dalam rangka sosialisasi dan penyebaran informasi mengenai Kode Etik Perusahaan maka yang dilakukan pada tahun 2016 adalah:

  1. Buku Peraturan Perusahaan sudah dapat diakses dengan cepat dan mudah dengan melalui portal internal dengan alamat http://ims/default.aspx;
  2. Diseminasi Kode Etik Perusahaan kepada calon Karyawan Baru;
  3. Penerapan Surat Pernyataan terkait Kode Etik bagi seluruh fungsi Pemasaran saat pertama kali bekerja di Mandiri Sekuritas; dan
  4. Penerapan Annual Disclosure terkait Kode Etik bagi seluruh karyawan Mandiri Sekuritas.

WHISTLE BLOWING SYSTEM (OUR VOICE)

Dalam menghadapi dinamika di industri pasar modal yang semakin kompetitif, Mandiri Sekuritas perlu menjaga reputasi dari isu ataupun persepsi negatif akibat dari penyimpangan yang dilakukan oleh karyawan. Berkaitan dengan hal tersebut, Mandiri Sekuritas membuat sistem dan prosedur whistleblowing system “Our Voice” sebagai media komunikasi langsung antara karyawan dan Direktur Utama dalam melaporkan kegiatan yang terindikasi kecurangan (fraud) di Mandiri Sekuritas.

Our Voice merupakan sarana untuk meningkatkan efektif pengendalian internal, memperkuat GCG, mendeteksi secara dini segala hal yang berkaitan dengan indikasi fraud dalam lingkungan Mandiri Sekuritas, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan adil yang akan meningkatkan moral kerja karyawan.

Pihak yang Mengelola Pengaduan.
Penerapan pengaduan/penyingkapan oleh pengungkap fakta akan diterima oleh Direktur Utama, sesuai dengan Standar Prosedur Operasional nomor S.1.24 tanggal 26 November 2014 tentang Pengungkap Fakta (Whistle Blower).

Dalam hal substansi pengaduan/ penyingkapan terkait dengan citra/reputasi Mandiri Sekuritas dan/atau menimbulkan kerugian yang besar dan/atau belum pernah ditindaklanjuti oleh Perusahaan, maka setelah melalui persetujuan Komisaris, investigasi Whistleblowing System dapat bekerja sama dengan tenaga ahli atau konsultan (investigator eksternal).

Mekanisme Whistle Blowing System

About Us – Profile / GCG

Visi dan Misi Mandiri Sekuritas merupakan gagasan utama yang menentukan arah Perusahaan dalam melakukan kegiatan usaha. Mengacu pada Anggaran Dasar Perusahaan serta menyerap Visi & Misi Group Bank Mandiri, maka visi misi Mandiri Sekuritas diuraikan sebagai berikut: